Hari pertama bulan suci Ramadhan selalu menghadirkan rasa yang berbeda. Pagi itu, suasana dapur sederhana tempat berkumpulnya relawan Dulur Salembur sudah ramai sejak selepas subuh. Senyum dan semangat menyatu dalam satu niat yang sama: menghadirkan kebahagiaan berbuka puasa untuk anak-anak yatim melalui program Berkah Dapur Syurga Ramadan Bersama Dulur Salembur.

Aroma bumbu yang ditumis perlahan memenuhi ruangan. Ayam-ayam digoreng hingga keemasan, telur balado bulat dimasak dengan sambal merah yang menggoda, tumis buncis dimasak segar dan hijau, serta tempe goreng yang renyah disiapkan dengan penuh ketelatenan. Tak lupa, buah-buahan segar seperti kurma dan semangka dipotong rapi untuk hidangan pembuka. Teh manis hangat disiapkan dalam gelas-gelas besar, lengkap dengan gorengan yang menjadi pelengkap kebersamaan saat adzan Maghrib berkumandang nanti.

Menjelang sore, paket-paket makanan ditata dengan rapi. Setiap kotak bukan hanya berisi hidangan, tetapi juga doa dan harapan. Relawan bergerak bersama menuju lokasi buka bersama, tempat anak-anak yatim telah menanti dengan wajah penuh harap.

Saat waktu berbuka semakin dekat, suasana terasa hangat. Anak-anak duduk rapi, sebagian tersenyum malu, sebagian lagi tak mampu menyembunyikan kegembiraannya melihat menu yang tersaji. Ketika adzan Maghrib berkumandang, mereka memulai dengan kurma dan teh manis, lalu menikmati hidangan utama dengan lahap.

Di sela-sela kebersamaan itu, seorang anak bernama Fikri dengan suara lirih namun tulus berkata:

“Terima kasih Kakak-kakak Dulur Salembur. Makanannya enak sekali. Kami senang bisa buka bersama seperti ini.”

Anak lainnya menambahkan dengan mata berbinar:

“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berbuka dengan makanan lengkap. Semoga Kakak-kakak selalu diberi kesehatan dan rezeki yang banyak.”

Ucapan terima kasih itu sederhana, namun penuh makna. Rasa syukur yang mereka ungkapkan menjadi pengingat bahwa kebahagiaan tidak selalu tentang hal besar—kadang cukup dengan sepiring makanan hangat dan kebersamaan yang tulus.

Hari pertama Berkah Dapur Syurga Ramadan Bersama Dulur Salembur pun ditutup dengan doa bersama. Di antara tawa dan haru, terselip keyakinan bahwa setiap kebaikan yang dibagikan akan kembali sebagai keberkahan. Program ini bukan sekadar berbagi hidangan, tetapi juga menanamkan cinta, kepedulian, dan harapan di hati anak-anak yatim yang merindukan perhatian.

Dan di hari pertama itu, Ramadhan terasa benar-benar hidup—penuh berkah, penuh syukur.

Scroll to Top